Minggu, 21 Maret 2010

kenapa bisa jadi NAKAL?

Oke topik kali ini NAKAL! Pernahkah kalian nakal? Jika iya, se-nakal apa kalian? Mungkin cerita nakal kalian ada yang ga pernah nakal, kadang-kadang nakal, ataupun tiap hari nakal! Singkat kata relatif yah?

Nakal menurut saya adalah salah satu bentuk sikap yang ditunjukkan seseorang karena memendam suatu masalah bahkan dendam, sehingga ia mencari cara lain untuk mengapresiasikannya dengan kenakalan-kenakalannya (waaaah sotau banget lu dew!) .Jadi seperti biasa pake cerita dulu sebelum dibahas, kenapa kita bisa menjadi anak nakal? Dan seperti biasa pula, saya ga mau menyinggung orang lain, jadi pengalaman saya saja biar ga jadi bahan keributan.

Yap saya itu anak sulung dari 2 bersaudara, sebagai seorang kakak, saya selalu dilatih untuk lebih baik daripada adik saya. Maksudnya agar adik saya termotivasi melakukan hal yang lebih baik lagi, saya pun selalu menjadi patokan dalam keluarga saya, namun saya lebih senang menyebut diri saya sebagai kelinci percobaan dalam keluarga ini. Kenapa begitu? ambil contoh, saya harus selalu masuk SMA negri, kalau dapat swasta, didaftarkan di swasta yang aneh-aneh (red isi sekolahnya relatif berkualiatas rendah). Sedangkan adik saya, dia adalah siswa salah satu SMP swasta dibogor yang terbilang berkualitas lumayan, bahkan bayarannya lebih mahal daripada sekolah saya -,-'
Cerita tersebut hanya beberapa dari cerita saya sebagai anak patokan dalam keluarga saya, lalu apa jadinya kalau saya menjadi anak nakal?

Semenjak SMA, saya jadi anak nakal. Nakal disini bukan dalam arti kata tiap pulang sekolah saya keluyuran entah kemana, tapi di dalam batin saya sedang terjadi battle (istilah mudahnya) dan itu menyiksa pikiran saya, sehingga saya jadi orang yang ngawur dan ga punya tujuan. Jujur saya juga bingung kenapa bisa begini? Hal ini menyebabkan adu mulut dengan kedua orangtua saya. Yah sebenarnya dari SD juga saya suka adu mulut sama mereka, tapi ga separah sekarang. Saya berubah 180` deh, jadi lebih keras kepala, nge-judge yang engga-engga, selalu menyelesaikan masalah dengan kabur dari masalah itu. Itu bukan pribadi yang selama ini saya kenal!

Orangtua saya kecewa bukan main, adik saya kaget ga nyangka, saya juga merasa teman-teman saya heran dengan tabiat baru saya ini. Menyikapi itu semua membuat pikiran saya kacau dan bisa dibilang saya merasakan setengah gila, saya benar-benar butuh bantuan entah dalam bentuk apa, tapi saya merasa terjebak dalam suatu masalah yang tidak diketahui jalan keluarnya.

Semua masalah bermula sewaktu saya jalan dengan mantan pacar saya ke jakarta, lengkapnya di posting berikutnya!
to be continued . . .

Rabu, 17 Maret 2010

bersyukur itu susah yah -,-'

Yap, saya post lagi! Mau bahas apa yah sekarang? Yang menarik itu apa ajah juga saya ga tau, tergantung pendapat masing-masing sih yah. Tapi ada satu kalimat yang lagi menggentayangi pikiran saya, "Janganlah mengeluh!"

Itu adalah kalimat yang sering saya dengar dari mama saya, dia orang yang tegas setidaknya dia ga mau biarin saya BANGGA dengan kesusahan yang saya punya dan menjadikan kesusahan itu sebagai hal yang MEMALUKAN apabila saya tidak dapat menyelesaikannya. Janganlah pernah berpikir kalau didikan mama saya itu keterlaluan! Mungkin ada beberapa orangtua yang ga mau liat anaknya susah dikit ajah. Atau malah orangtuanya sebenernya udah tegas tapi anaknya yang ga suka karena mengira itu hanya membebaninya. Jangan salah, menurut hasil survey pada lingkungan sekitar saya, anak yang dididik tegas oleh orangtua mereka lebih siap menghadapi tantangan daripada anak yang hanya dimanja saja oleh orangtuanya.

Bodohnya saya, dulu saya selalu menganggap bahwa orangtua saya kejam pada saya. Mereka seakan masa bodoh ketika saya sedang dalam kesusahan. Saya bahkan pernah membenci mereka, mencaci, dan mengutuk bahkan, tapi untunglah sesuatu yang buruk tak pernah terjadi pada mereka. Kini, saya menjadi anak yang selalu berusaha mengambil hikmah dari semua kejadian dan berpikir untuk tidak mudah menyerah dari suatu masalah begitu saja, yang paling penting adalah pikiran untuk menyelesaikan masalah tanpa bantuan orang lain (: Sewaktu saya berhasil melakukan itu semua, rasanya bangga dan apa yah? merasa akhirnya bisalah!

Namun ada kala hal ini berdampak negatif, menengok perasaan saya sendiri. Jujur rasa senang itu ada, tapi ketika saya melihat seseorang yang dibesarkan dengan cara dimanja dan setiap hari bisa selalu mendapatkan apa yang dia mau meskipun orangtuanya tak ada disampingnya setiap hari, seperti orangtua saya yang selalu memantau jalannya masa-masa remaja saya. "I'm jealous, you know?" Ini membuat saya berpikir, "Malangnya jadi gue, mau apa-apa harus sendiri! Lah mereka tinggal manggil pembantu, minta beli ini itu diturutin, sakit dikit langsung dibawa ke dokter, makan enak terus," Yah mungkin mereka malah merasa kebalikan dari apa yang saya rasa, tapi rasa iri ini menyiksa.

Coba saja kalian rasakan sendiri, contohnya: ketika kalian ingin sekali menonton TV, namun malah dilarang mama kalian dan disuruh masuk kamar, lalu belajar. Ada baiknya sih, itu bikin kita jadi rajin dan pinter haha :D Sebenernya kita ga akan merasa terganggu dengan perintah orangtua kita itu, namun apa jadinya kalau sewaktu kalian belajar, tetangga sebelah rumah kalian malah keketawaan nonton acara yang ingin sekali kalian tonton. Wah rasanya gondok banget deh, tapi apa boleh buat kita ga bisa apa-apa, meski kesel tetap saja harus belajar, kan? Paling menggerutu kesal dan merasa tak bersyukurlah kita saat itu. Di sisi lain, tetangga kita yang sedang keketawaan nonton TV besoknya lupa ngerjain PR dan gagal saat ulangan, udah ga belajar, nyontek susah banget gurunya killer. Sehingga tetangga itu menyesal dan berpikir, andai saja orangtuanya mengingatkannya, sayangnya orangtuanya sibuk memikirkan urusannya sendiri dan menganggap kalau ia telah memenuhi kemauan anaknya dengan menuruti semua keinginan anaknya.

Melihat cerita di atas, ternyata manusia susah sekali untuk belajar bersyukur atas apa yang telah ia peroleh hari ini. Padahal rasa syukur itu yang membuat hidupmu jauh lebih tenang, karena tidak menganggap berat suatu permasalahan. Jadi ada baiknya kita mulai bersyukur atas apa yang sedang kita jalani itu, baik itu dalam keadaan buruk, baik, sedih, senang, semuanya deh! Ayo kita sama-sama belajar bersyukur, jangan membandingkan kisahmu dengan kisah orang lain yang lebih baik. Lihatlah dirimu, apa yang telah kalian miliki, lalu lihatlah mereka yang ada dibawah kita, yang tak akan pernah mampu meraih apa yang telah kita raih hingga demikian, di hampir seluruh umurnya. Kasihan kan? Makanya janganlah kalian menganggap kalau diri kalian paling susah! Kemungkinan besar sih orang yang selalu menganggap dirinya paling malang tak pernah diajarkan beramal dan melihat ke bawah oleh orangtuanya, karena dia selalu diperlihatkan kehidupan yang mewah dengan berbagai kemudahan oleh orangtuanya.

Pertanyaan dari saya, Seandainya suatu hari nanti orangtuanya jatuh miskin dan bahkan dia tak bisa membayar sekolahnya hingga anak itu harus putus sekolah, hidup sengsara, tanpa kemewahan sediktpun. Bisakah dia bertahan hidup? Pikirkanlah pertanyaan ini matang-matang!

Jujur saya gemas melihat tingkah seseorang yang selalu saja mengeluh dan tak pernah mensyukuri hidupnya, lalu selalu membandingkan dan membicarakan seseorang yang lebih expert dari dia! yah bersyukur ajahlah udah dikasih hidup, apa susahnya sih? Kayaknya bener-bener harus ada pukulan keras dihatinya, agar dia sadar, agar dia mengerti, kalau dia dalah 3 dari 10 anak Indonesia yang beruntung dengan segala kekayaan orangtuanya yang membiayai gaya mewah hidupnya!

Kesimpulannya: Life isn't SMOOTH like you think yah! Life cycle is always change, you're often be the winner, but who know one day later you'll be the LOSER! remember that!

Kamis, 11 Maret 2010

ketika Allah mendengar!

Beberapa hari ini, saya sedang rajin-rajinnya bertobat hehe. Sebagai orang islam, kita harus sering solat karena itulah identitas sesungguhnya yang membuktikan kalian orang islam apa bukan? kalau engga rajin solat, berarti islam KTP kata guru ngaji saya hehe tapi yah semuanya balik ke kesadaran diri masing-masing (: Jadi selain rajin solat, saya juga berbakti pada orang tua, yah bikin hati mereka senenglah!

Pokonya mau berubah! dan pelan-pelan mau ga ngegossip ama ngomongin orang, doakan saja bisa. AMIN tadinya sih males banget berubah jadi orang yang lebih baik, pasti kalian bakal berpikir "buat apa sih berubah? Gua udah bahagia sama hidup gua yang kaya gini, punya temen yang keren-keren, pulang sekolah ga kesepian karena banyak temen yang ngajakin maen, pulang sore jadi ga usah belajar, hidup gua udah asik deh!"

Awalnya saya berpikiran seperti itu, tapi hati nurani kalian pasti bilang kalau ini salah, cuma sayangnya ego vs nurani menangan ego! Setelah saya menjalani apa yang dikatakan hati nurani ini, ternyata ada banyak banget manfaatnya.

Contoh yang baru-baru ini: Gua lupa bawa payung, padahal hujan diluar kelas. Untungnya temen gua ada yang bawa payung, meskipun payungnya miring dan gua cuma kebagian setengah, tapi sepanjang jalan gua bersyukur udah bisa ga kehujanan. Allah Maha Mengetahui, Dia tau kalau gua belum solat dan gua buru-buru pulang karena takut telat solat dzuhur. Pas di jalan kan hujan gede banget, dalam hati gua udah mikir "kalo ujan gini gua harus neduh dulu, mana belum solat dan udah mau jam 3 pula." tapi kagetnya, waktu gua sampe jalan deket rumah gua, yang namanya hujan belum turun, jalannya masih kering. Yah palingan gerimis dikit-dikit. Alhamdulillah banget, gua pulang tepat waktu dan sempet solat deh :D

Padahal gua ini banyak banget dosanya! banyak banget, engga kehitung! tapi kalau kalian mau berubah dengan alasan yang baik bukan karena ingin dilihat, ataupun ingin dibilang kalian ga kalah alim. Allah pasti mendengarkan doa kalian, memberikan petunjuk-Nya, dia Mahabaik, Maha Pengampun. Ga ada yang bisa nandingin Allah, temen curhat yang baik bukannlah teman kalian tapi orang tua dan Allah. Karena tanpa kalian cerita sekalipun, Dia tau, Dia melihat, dan karena Dia-lah pencipta kita, Dia pasti tau jalan mana yang terbaik buat kita.

Intinya buat kalian yang masih jauh dari Allah, turunkan ego kalian. Dunia ini hanya sementara, kalian bisa update nonton film di bioskop, punya cowo yang tajir dan ganteng, punya temen yang gaul, bisa dikenal banyak orang, jadi orang yang sibuk isi acara kesana-kemari, makan di tempat-tempat mahal, ga akan ada gunanya kalau ternyata kalian meninggal besok. Berubah perlahan-lahan lebih baik, daripada melupakan dan meninggalkan Allah.

Try it (;

Selasa, 09 Maret 2010

alay? hem, menurut lu?

Buat kalian yang ngerasa anak gaul banget! pasti tau apa itu alay? yah, meskipun saya bukan anak gaul banget seperti itu tapi saya tau ko apa itu alay. Mendengar kata alay yang terlintas dipikiran kalian semua adalah, mereka yang menulis sms atau wtw ataupun tweet dengan tulisan yang dianggap tak lazim menurut EYD (red ejaan yang disempurnakan). Lalu berpakaian dengan warna-warna yang norak, tak enak dilihat mata, ataupun pemakaian seragam yang terbilang "extraordinary". Dan masih banyak lagi, intinya yah kalian bilang ga banget lah, tapi pernahkah kalian berpikir akan satu hal?

"Pernahkah kalian menjadi alay itu sendiri?"

Akuilah, jujurlah pada diri masing-masing, kalau kalian pernah melakukan hal yang saat ini kalian bilang menggelikan? Menurut observasi pada teman-teman dan diri saya sendiri, yaaaaaaah! jawaban yang didapatkan adalah IYA! karena takut ada pihak yang merasa mereka benar sendiri dan menganggap diri mereka adalah anak gaul abadi yang tak pernah kudet sedetikpun dari masa-masa kanak-kanaknya, maka ambillah contoh pada diri saya sendiri. haha ajukan semua pertanyaan tentang apa saja kebiasaan alay itu, pasti saya akan menjawab Pernah! kenapa harus malu?

Kehidupan ini berputar, perlu kalian ketahui, ketika kalian berusaha menjadi yang terbaik diantara yang terbaik berbagai cara kalian tempuh meskipun kadang tidak rasional juga kalau dipikir-pikir, tapi yaaaah itulah remaja dengan pikirannya yang nekat, pendek, dan mau enak sendiri. But it's okay!

Sewaktu SMP dulu, apa yang dibilang alay oleh anak SMA sekarang adalah gaul pada masanya, bahkan karena tak mau terbilang cupu, kita jadi rela ikut-ikutan hal aneh yang pas waktu kita SD ga pernah kita lakuin haha contoh, waktu itu temen SMP gua berusaha meyakinkan gua kalo rok hipster itu bagus, 2 bulan pertama SMP masih kekeuh tuh pake rok sewajarnya plus gesper hitam menghiasi, eh kesini-sini udah deh jadi anak gaul! rok hipster, baju yang minim haha dan dikeluarin pula tuh baju. Dan setelah itu gua merasa asik gua anak gaul HAHA :D

Adalagi, gaya nulis sms! waktu SMP kelas 7 hape gua terbilang jadul banget layarnya masih kuning item, sampai akhirnya papa membelikan hape baru k300i, karena hapenya terbilang bagus pada saat itu, jadinya gua ga malu bawa ke sekolah. Lalu pas disekolah, papa sms, nah aku bales smsnya dengan kata-kata baku khas Indonesia, eh salah seorang temen bilang, "ah ga gaul lu, kayak gini dong sms mah!" tulisannya bEsaR KeCiL udah gitu 4ngk4 eMp4t j4di huruf "A" dan huruf "I" d1gAnt1 jadi angka 1. wew! heem bodohnya, gua ikutin tuh tulisan. sepulang sekolah, papa malah ngomel karena ga ngerti isi sms dan tulisan apa itu, ya ampun dasar!

Oke, yang paling mencolok, seorang alay ketika sedang berfoto. Buat anak gaul jaman sekarang pantang itu foto dari atas, tapi buat anak gaul jaman gua SMP dulu, fotonya kaya pas foto (red: pandangan mata lurus, lalu tersenyum) dianggap CUPU! omigod! Maka tercetuslah gaya anak gaul itu, taruh kamera di atas muka, dongakkan muka ke atas, lalu tempelkan telunjuk jarimu pada bibir yang dimonyongkan, OKE katakan CHEESE haha :D

itulah kisah saya sewaktu masih alay, sebenarnya itu memang terlihat menjijikan tapi meskipun demikian, kita engga boleh menghina teman-teman alay kita berlebihan. Apalagi sampai mengeluarkan kata-kata kotor dan merendahkan mereka, itu ga baik haha kita harus menghargai setiap jalan yang mereka pilih. Kalau itu merugikan buat kalian, misalnya ke-alay-an mereka membuat kalian bisa mati besok, maka bertindaklah sewajarnya! Tapi kalau kalian ga ganggu mah gapapa biarin ajah, kalau masih punya hati nurani ubah ajah jadi anak gaul menurut lu. Daripada ngeledekin pake kata kotor? bisa-bisa gua balikin kata-kata gua, kalau yang alay itu kalian yang punya mulut ga bisa di rem!

okelah kalau begitu, udahan dulu bahas alaynya! saya mau mandi haha :D tapi abis ini mau posting lagi ko!