Itu adalah kalimat yang sering saya dengar dari mama saya, dia orang yang tegas setidaknya dia ga mau biarin saya BANGGA dengan kesusahan yang saya punya dan menjadikan kesusahan itu sebagai hal yang MEMALUKAN apabila saya tidak dapat menyelesaikannya. Janganlah pernah berpikir kalau didikan mama saya itu keterlaluan! Mungkin ada beberapa orangtua yang ga mau liat anaknya susah dikit ajah. Atau malah orangtuanya sebenernya udah tegas tapi anaknya yang ga suka karena mengira itu hanya membebaninya. Jangan salah, menurut hasil survey pada lingkungan sekitar saya, anak yang dididik tegas oleh orangtua mereka lebih siap menghadapi tantangan daripada anak yang hanya dimanja saja oleh orangtuanya.
Bodohnya saya, dulu saya selalu menganggap bahwa orangtua saya kejam pada saya. Mereka seakan masa bodoh ketika saya sedang dalam kesusahan. Saya bahkan pernah membenci mereka, mencaci, dan mengutuk bahkan, tapi untunglah sesuatu yang buruk tak pernah terjadi pada mereka. Kini, saya menjadi anak yang selalu berusaha mengambil hikmah dari semua kejadian dan berpikir untuk tidak mudah menyerah dari suatu masalah begitu saja, yang paling penting adalah pikiran untuk menyelesaikan masalah tanpa bantuan orang lain (: Sewaktu saya berhasil melakukan itu semua, rasanya bangga dan apa yah? merasa akhirnya bisalah!
Namun ada kala hal ini berdampak negatif, menengok perasaan saya sendiri. Jujur rasa senang itu ada, tapi ketika saya melihat seseorang yang dibesarkan dengan cara dimanja dan setiap hari bisa selalu mendapatkan apa yang dia mau meskipun orangtuanya tak ada disampingnya setiap hari, seperti orangtua saya yang selalu memantau jalannya masa-masa remaja saya. "I'm jealous, you know?" Ini membuat saya berpikir, "Malangnya jadi gue, mau apa-apa harus sendiri! Lah mereka tinggal manggil pembantu, minta beli ini itu diturutin, sakit dikit langsung dibawa ke dokter, makan enak terus," Yah mungkin mereka malah merasa kebalikan dari apa yang saya rasa, tapi rasa iri ini menyiksa.
Coba saja kalian rasakan sendiri, contohnya: ketika kalian ingin sekali menonton TV, namun malah dilarang mama kalian dan disuruh masuk kamar, lalu belajar. Ada baiknya sih, itu bikin kita jadi rajin dan pinter haha :D Sebenernya kita ga akan merasa terganggu dengan perintah orangtua kita itu, namun apa jadinya kalau sewaktu kalian belajar, tetangga sebelah rumah kalian malah keketawaan nonton acara yang ingin sekali kalian tonton. Wah rasanya gondok banget deh, tapi apa boleh buat kita ga bisa apa-apa, meski kesel tetap saja harus belajar, kan? Paling menggerutu kesal dan merasa tak bersyukurlah kita saat itu. Di sisi lain, tetangga kita yang sedang keketawaan nonton TV besoknya lupa ngerjain PR dan gagal saat ulangan, udah ga belajar, nyontek susah banget gurunya killer. Sehingga tetangga itu menyesal dan berpikir, andai saja orangtuanya mengingatkannya, sayangnya orangtuanya sibuk memikirkan urusannya sendiri dan menganggap kalau ia telah memenuhi kemauan anaknya dengan menuruti semua keinginan anaknya.
Melihat cerita di atas, ternyata manusia susah sekali untuk belajar bersyukur atas apa yang telah ia peroleh hari ini. Padahal rasa syukur itu yang membuat hidupmu jauh lebih tenang, karena tidak menganggap berat suatu permasalahan. Jadi ada baiknya kita mulai bersyukur atas apa yang sedang kita jalani itu, baik itu dalam keadaan buruk, baik, sedih, senang, semuanya deh! Ayo kita sama-sama belajar bersyukur, jangan membandingkan kisahmu dengan kisah orang lain yang lebih baik. Lihatlah dirimu, apa yang telah kalian miliki, lalu lihatlah mereka yang ada dibawah kita, yang tak akan pernah mampu meraih apa yang telah kita raih hingga demikian, di hampir seluruh umurnya. Kasihan kan? Makanya janganlah kalian menganggap kalau diri kalian paling susah! Kemungkinan besar sih orang yang selalu menganggap dirinya paling malang tak pernah diajarkan beramal dan melihat ke bawah oleh orangtuanya, karena dia selalu diperlihatkan kehidupan yang mewah dengan berbagai kemudahan oleh orangtuanya.
Pertanyaan dari saya, Seandainya suatu hari nanti orangtuanya jatuh miskin dan bahkan dia tak bisa membayar sekolahnya hingga anak itu harus putus sekolah, hidup sengsara, tanpa kemewahan sediktpun. Bisakah dia bertahan hidup? Pikirkanlah pertanyaan ini matang-matang!
Jujur saya gemas melihat tingkah seseorang yang selalu saja mengeluh dan tak pernah mensyukuri hidupnya, lalu selalu membandingkan dan membicarakan seseorang yang lebih expert dari dia! yah bersyukur ajahlah udah dikasih hidup, apa susahnya sih? Kayaknya bener-bener harus ada pukulan keras dihatinya, agar dia sadar, agar dia mengerti, kalau dia dalah 3 dari 10 anak Indonesia yang beruntung dengan segala kekayaan orangtuanya yang membiayai gaya mewah hidupnya!
Kesimpulannya: Life isn't SMOOTH like you think yah! Life cycle is always change, you're often be the winner, but who know one day later you'll be the LOSER! remember that!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar